Postingan

KAJIAN SURAH AL-‘ASHR

Gambar
KAJIAN SURAH AL-‘ASHR disampaikan di Pengajian Malam Rabu,  Masjid Jamie Nuril Iman  Kp. Babakan Empang Muqaddimah Kajian قال الإمام الشافعي رحمه الله:  لَوْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى خَلْقِهِ حُجَّةً إِلَّا هَذِهِ السُّورَةَ لَكَفَتْهُمْ (تفسير ابن كثير) “ Seandainya manusia merenungi Surah Al-‘Ashr saja, niscaya surah itu sudah cukup bagi mereka.” Imam Asy-Syafi‘i menegaskan bahwa Surah Al-‘Ashr mencakup seluruh pokok agama: aqidah, syariah, akhlak, dan manhaj dakwah. Maka surah ini layak dijadikan kerangka hidup seorang Muslim. Surah Alashr وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝ Waktu sebagai Modal Kehidupan (وَالْعَصْرِ) Keterangan Ulama قال الإمام الطبري:  وَالْعَصْرِ: هُوَ الدَّهْرُ، وَأَقْسَمَ اللَّهُ بِهِ لِأَنَّهُ وِعَاءُ أَعْمَالِ الْعِبَادِ (جامع البيان) Waktu adalah wadah seluruh amal manusia. Tanpa waktu, tidak ada iman, tidak ada am...

Nasihat ulama terkenal yang relate dengan kekinian

Gambar
Nasihat ulama terkenal yang relate dengan kekinian 1. Imam Syafi’i رحمه الله مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ Artinya: Barang siapa tidak mau merasakan pahitnya belajar walau sesaat, maka ia akan menanggung hinanya kebodohan sepanjang hidupnya. 2. Imam Al-Ghazali رحمه الله إِذَا لَمْ تَشْغَلْ نَفْسَكَ بِالْحَقِّ شَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ Artinya: Jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dengan kebatilan. 3. Hasan Al-Bashri رحمه الله الدُّنْيَا حُلْمٌ وَالْآخِرَةُ يَقَظَةٌ وَالْمَوْتُ وَسَطٌ بَيْنَهُمَا Artinya: Dunia itu laksana mimpi, akhirat adalah kenyataan, dan kematian berada di antara keduanya. 4. Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه لَيْسَ الْعِلْمُ بِكَثْرَةِ الرِّوَايَةِ وَلَكِنَّ الْعِلْمَ الْخَشْيَةُ Artinya: Ilmu bukanlah banyaknya riwayat, tetapi ilmu adalah rasa takut (kepada Allah). 5. Imam Ahmad bin Hanbal رحمه ...

Muhasabah Diri dan Menyiapkan Bekal Akhirat

Gambar
Muhasabah Diri dan Menyiapkan Bekal Akhirat Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dalam kalender. Bagi seorang Muslim, tahun baru adalah momentum muhasabah, saat yang tepat untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: sudah sejauh mana aku berjalan menuju Allah? Waktu terus berkurang, usia semakin bertambah, sementara bekal menuju akhirat sering kali belum sebanding dengan panjangnya perjalanan hidup. Al-Qur’an mengingatkan agar setiap insan tidak lalai terhadap masa depan akhiratnya: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ “ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18) Ayat ini menegaskan bahwa iman sejati selalu diiringi evaluasi diri. Bukan hanya merasa cukup dengan amal hari ini, t...

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2025

Gambar
RENUNGAN AKHIR TAHUN 2025  Ketika Waktu Menjadi Saksi,  dan Hati Diminta Jujur "Tahun 2025 akan segera menutup lembarannya. Ia pergi tanpa suara, namun meninggalkan jejak yang berat di hati." "" Banyak rencana tidak tercapai. Banyak doa belum terjawab. Banyak ikhtiar terasa seolah sia-sia. Namun mari jujur pada nurani: وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ “ Dan Tuhanmu tidak menzhalimi seorang pun. ”(QS. Al-Kahfi: 49) Allah tidak pernah lalai. Tidak satu air mata pun jatuh tanpa catatan-Nya. Tidak satu kesabaran pun berlalu tanpa nilai di sisi-Nya. إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ “ Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi walau sebesar zarrah.” (QS. An-Nisā’: 40) Barangkali 2025 bukan tahun keberhasilan menurut ukuran manusia, tetapi bisa jadi ia adalah tahun penggugur dosa, penguat iman, dan pemurni niat. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ...

Keutamaan shalat sunnah rawatib

Gambar
Keutamaan shalat sunnah rawatib   ( disampaikan dalam kajian dhuha, SMA Muhammadiyah Puraseda.)  Sumber : Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani-Kitab Shalat Pembuka  Dalam sehari semalam Allah wajibkan solat sebanyak 5 waktu dengan jumlah seluruh waktu 17 rakaat. subuh, juhur, ashar, magrib, dan isya.  ternyata selain salat yang wajib tersebut, ada tuntunan baginda SAW yang dikenal salat tathawu/nafilah baik yang mengiringi atau membersamai salat wajib atau tidak. Salat yang membersamai salat wajib, baik sebelum atau sesudah nya disebut RAWATIB. Salat Rawatib  بَابُ صَلاَةُ التَّطَّوُّع Bab Shalat Tathawwu’ (Shalat Sunnah) Shalat Sunnah Rawatib 12 Rakaat dalam Sehari Semalam berdasar pada Hadits 7/356 عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشَرَةَ رَكْعَةً فِي يَومٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ». رَوَاهُ ...

Panduan Ringkas :: melaksanakan salat berjamaah

Gambar
Panduan Ringkas :: melaksanakan salat berjamaah disampaikan dalam KEMAH DAKWAH PENERIMAAN PANDU BARU HIZBUL WATHAN SMA MUHAMMADIYAH PURASEDA /  (eco camp, gn salak endah)  ----- Ringkasan & Keterangan ○ yang berhak menjadi imam dalam salat berjamaah? وَلا يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ , وَلا يَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلا بِإِذْنِهِ “ Janganlah seorang maju menjadi imam shalat di tempat kekuasaan orang lain, dan janganlah duduk di rumah orang lain di kursi khusus milik orang tersebut, kecuali diizinkan olehnya” (HR. Muslim no. 673). ○ Pendapat : Imam Asy Syaukani mengatakan: وأكثر أهل العلم أنه لا بأس بإمامة الزائر بإذن رب المكان ؛ لقوله صلى الله عليه وسلم في حديث أبي مسعود رضي الله عنه : ( إلا بإذنه ) “ Jumhur ulama berpendapat bahwa tidak mengapa orang yang sedang berkunjung menjadi imam DENGAN IZIN pemilik tempat. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Ibnu Mas’ud; [kecuali diizinkan olehnya]” ( Nailu...

MEMAHAMI TANDA WAQOF (stop sign)

Gambar
MEMAHAMI TANDA WAQOF (stop sign) DALAM ALQURAN Capaian :  Mampu memahami, mengidentifikasi dan mempraktikan Penerapan Tanda Waqaf dalam AlQuran  Level : kelas IX / SMP Definisi   Tanda waqaf adalah simbol dalam Al-Qur'an yang menunjukkan tempat untuk berhenti atau melanjutkan bacaan guna menjaga makna ayat.  Tanda-tanda ini memiliki berbagai jenis,  - seperti mim (م) yang artinya wajib berhenti,  - jim (ج) yang artinya boleh berhenti atau lanjut,  - la (ﻻ) yang artinya dilarang berhenti di tengah ayat, dan - sin (س) untuk berhenti sejenak tanpa mengambil     napas. Jenis-jenis tanda waqaf - Waqaf Lazim (م): Wajib berhenti karena kalimatnya     sudah sempurna. Jika dilanjutkan, makna bisa rusak.     Juga disebut waqaf tamm. - Waqaf Jaiz (ج): Boleh berhenti atau boleh     melanjutkan.     Keputusannya diserahkan kepada pembaca. - Waqaf Mutlak (ط): Tanda ini diwajibka...