Postingan

Kekeringan Sebagai Muhasabah

Gambar
Kekeringan Sebagai Muhasabah : Khutbah Jumat إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه  اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَا Jamaah jumat yang dirahmati Allah Marilah kita panjatkan puja dan puji kehadirat Allah Yang Maha Besar. Semoga kita senantiasa dilindungi dari bencana, malapetaka, dan lain sebagainya. Shalawat dan salam marilah kita limpahkan kepada Nabi kita Muhammad Saw. Tidak lupa pula, berdirinya khatib di sini hendak mengingatkan kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepad...

Haturnuhun, Emak…

Gambar
Haturnuhun, Emak… Aya naséhat anu kadang karasana sederhana, tapi lamun direnungkeun jero, ternyata pinuh ku harti. Naséhat ti Emak sanés ngan ukur kecap-kecap, tapi tiasa janten pangéling nalika urang mimiti lepat ngaléngkah. Haturnuhun, Emak, kana sagala naséhatna. InsyaAllah ku abdi bakal dijantenkeun pangéling dina kahirupan. Sabab urang téh sok aya dina tarik-menarik antara kahayang jeung akal. Lamun napsu anu leuwih diturutan, sok aya dorongan anu ngajurung urang kana hal-hal anu ahirna tiasa nyilakakeun diri sorangan. Mugia Allah maparin kakuatan pikeun nahan diri, langkung sabar, sareng henteu gampang kabawa ku kahayang anu sakedapan. Mugia unggal léngkah salawasna dipaparin pituduh ku Allah. Sok sanajan hiji poé urang geus déwasa, geus loba pangalaman, naséhat ti Emak tetep janten pangéling anu hargana teu tiasa diukur. Haturnuhun, Emak. Pikeun kanyaah, doa, sareng naséhat anu teu aya tungtungna. @olehchanel

Mungkin Allah Sedang Melatih Kita

Gambar
Mungkin Allah Sedang Melatih Kita Ada hari-hari ketika semuanya terasa berat. Pekerjaan belum selesai, rencana belum berjalan sesuai harapan, badan lelah, pikiran penuh, bahkan kadang kita hanya ingin berkata, “Kapan ya semuanya menjadi lebih mudah?” Wajar. Kita manusia. Ada batas tenaga, ada batas sabar, dan ada saatnya kita ingin berhenti sejenak. Tapi mungkin, di balik lelah yang sedang kita rasakan, ada sesuatu yang sedang Allah tumbuhkan dalam diri kita. Kesabaran. Keteguhan. Kedewasaan. Seperti tubuh yang menjadi lebih kuat setelah berlatih, hati pun terkadang menjadi lebih tangguh setelah melewati ujian. “ Jangan pernah mengeluh atas ujian yang datang menyapa hari-harimu. Bisa jadi, Allah sedang melatih otot kesabaranmu agar engkau menjadi pribadi yang lebih tangguh.” Allah berfirman:  فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “ Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah:...

Hati yang Lembut, Tempat Terbaik bagi Sebuah Nasihat

Gambar
Hati yang Lembut, Tempat Terbaik bagi Sebuah Nasihat "Seperti benih yang membutuhkan tanah yang lembut agar dapat tumbuh, demikian pula nasihat, pengajaran, dan teguran membutuhkan hati yang siap menerima dan mau dibentuk." Hati yang keras akan sulit menerima kebenaran. Sebaliknya, hati yang rendah hati akan menjadikan setiap nasihat sebagai jalan menuju perbaikan. Allah Ta'ala berfirman: "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Adz-Dzariyat: 55) Pernahkah kita memperhatikan sebuah benih? Benih yang baik tidak akan tumbuh di atas batu yang keras. Ia membutuhkan tanah yang gembur, lembut, dan rela diolah. Semakin subur tanahnya, semakin indah pula pohon yang akan tumbuh. Begitu juga hati manusia. Nasihat yang baik tidak selalu gagal karena cara menyampaikannya. Terkadang, yang belum siap adalah hati yang menerimanya. Ada kalanya kita menolak sebuah teguran, bukan karena teguran ...

Karpet Empuk dan Jalan Berlubang

Gambar
Sahabat sekalian. Rasulullah SAW. Mengajarkan umatnya untuk bersabar dalam hidup sebab hidup tidak selalu lurus, mulus, dan lancar. Tidak selalu bertemu karpet empuk, namun seringkali yang ditemukan adalah jalan berlubang, berbatu, bahkan berduri.  Beliau bersabda dalam hadisnya عن أبي سعيد و أبي هريرة أنهما سمعا رسول الله ص. يقول: " ما يصيب المؤمن من وصب ولا نصب ولا سقم و لاحزن حتى الهم يهمه إلا  كفر به من سيئاته". (رواه البخاري و مسلم: ٢٥٧٣).  Dari Abi Sa'id RA. dan Abi Hurairah RA. Keduanya mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: " Tidak ada musibah apapun yang menimpa orang beriman, baik berupa sakit yg menahun, keletihan, kesakitan, kesedihan, dan kesusahan yang melandanya, kecuali menjadi penghapus dari kesalahan/dosanya ." (HR. Bukhori dan Muslim: 2573). Kandungan Hadis: Rasulullah SAW. Mengajarkan umatnya untuk bersabar dalam hidup sebab hidup tidak selalu lurus, mulus, dan lancar. Tidak selalu bertemu karpet empuk, namun seringkali yang ditemuka...

Belajar Diam, Biar Hati Lebih Bijak

Gambar
Belajar Diam, Biar Hati Lebih Bijak Di zaman sekarang, semua orang rasanya pengin cepat ngomong. Padahal, mungkin kita justru perlu belajar diam dulu. Bukan diam karena takut, tapi diam karena tahu kapan waktunya bicara. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)» Diam bukan berarti lemah. Kadang, diam justru tanda kita sudah lebih dewasa. Saat lagi marah, diam bisa bantu kita supaya nggak nyakitin orang. Saat dipuji, diam bikin kita tetap rendah hati. Saat dihina, diam bisa menyelamatkan kita dari penyesalan. Al-Qur'an juga mengingatkan: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ "Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18) Kadang masalah besar bukan karena banyak musuh, tapi ...

KURSI

Gambar
"" KURSI "" Sore itu, sembari luruskan kaki karena pegal, ku duduk ditepian bangku tunggu pencucian kendaraan, teringat kursi yanng ku duduki. Ini sebenarnya kursi. Tapi terbersit sebuah ide dengan kursi yang lain bukan sekedar kursi, tetapi bukan sembarang kursi .  Yaa Hanyalah kursi. Amanahlah yang akan ikut sampai ke akhirat." Semakin Banyak Kursi, Semakin Besar Amanah Pernah lihat ada yang kalau rapat dipanggil terus? "Pak, jadi ketua ya..." "Iya." // "Pak, sekalian jadi sekretaris..." "Iya."// "Pak, bendahara juga kosong..." "Iya." // "Pak, koordinatornya siapa?" "Ya... saya lagi." Sampai kalau ada kursi kosong, Bukan karena paling hebat, tapi karena sudah terlanjur terkenal dengan kalimat, "Siap, insyaallah." Lucu memang. Tapi kadang kita lupa, semakin banyak kursi yang kita duduki, semakin besar pula risiko ada kewajiban yang tertinggal. Amanah Itu Bukan...