RENUNGAN AKHIR TAHUN 2025
RENUNGAN AKHIR TAHUN 2025
Ketika Waktu Menjadi Saksi,
dan Hati Diminta Jujur
"Tahun 2025 akan segera menutup lembarannya.
Ia pergi tanpa suara, namun meninggalkan jejak yang berat di hati."
"" Banyak rencana tidak tercapai.
Banyak doa belum terjawab.
Banyak ikhtiar terasa seolah sia-sia.
Namun mari jujur pada nurani:
وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
“Dan Tuhanmu tidak menzhalimi seorang pun.”(QS. Al-Kahfi: 49)
Allah tidak pernah lalai.
Tidak satu air mata pun jatuh tanpa catatan-Nya.
Tidak satu kesabaran pun berlalu tanpa nilai di sisi-Nya.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
“Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi walau sebesar zarrah.”(QS. An-Nisā’: 40)
Barangkali 2025 bukan tahun keberhasilan menurut ukuran manusia, tetapi bisa jadi ia adalah tahun penggugur dosa, penguat iman, dan pemurni niat.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah hapuskan dengannya sebagian dosa-dosanya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Bukankah iman memang tidak selalu diuji dengan kelapangan, tetapi sering diuji dengan penantian panjang dan kesunyian yang mendidik jiwa?
قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللَّهُ:
الِابْتِلَاءُ طَرِيقُ التَّمْحِيصِ، فَمَنْ صَبَرَ رُفِعَتْ دَرَجَتُهُ، وَمَنْ رَضِيَ عَظُمَ مَقَامُهُ
“Ujian adalah jalan menuju pemurnian. Siapa yang sabar, akan diangkat derajatnya. Siapa yang ridha, akan ditinggikan maqamnya.”
Jika sepanjang 2025 engkau masih bertahan:
– masih shalat meski letih,
– masih berdoa meski lelah,
– masih menjaga yang halal meski sulit,
maka ketahuilah: engkau tidak gagal—engkau sedang dibentuk.
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: ‘Kami beriman,’ sementara mereka belum diuji?” (QS. Al-‘Ankabūt: 2)
قَالَ شَيْخُ الْإِسْلَامِ ابْنُ تَيْمِيَّةَ رَحِمَهُ اللَّهُ:
مَا أَصَابَ الْمُؤْمِنَ مِمَّا يَكْرَهُ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ
“Apa pun yang menimpa seorang mukmin—meski terasa pahit—hakikatnya adalah kebaikan baginya.”
Allah tidak sedang menunda kebaikanmu.
Allah sedang menyiapkanmu agar layak menerimanya.
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Di akhir tahun ini, mari berhenti membandingkan takdir.
Cukuplah bertanya jujur kepada diri sendiri:
Apakah imanku masih hidup?
Apakah hatiku masih takut kepada Allah?
Apakah doaku masih jujur meski belum dikabulkan?
قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْظُرُ إِلَى كَثْرَةِ عَمَلِهِ وَلَكِنْ إِلَى صِدْقِ قَلْبِهِ
“Seorang mukmin tidak menilai amal dari banyaknya, tetapi dari kejujuran hatinya.”
Jika jawabannya ya,
maka 2025 bukan tahun yang sia-sia.
Tahun boleh berganti.
Usia boleh berkurang.
Namun jika iman bertambah dan hati makin tunduk, itulah keuntungan sejati.
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dialah orang yang beruntung.”(QS. Āli ‘Imrān: 185)
قَالَ الْإِمَامُ الْغَزَالِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ:
لَيْسَ الشَّأْنُ فِي كَثْرَةِ الْعَمَلِ، وَلَكِنْ فِي صِدْقِ النِّيَّةِ وَحُضُورِ الْقَلْبِ
“Bukan banyaknya amal yang menyelamatkanmu, tetapi kejujuran niat dan hadirnya hati saat beramal.”
DOA PENUTUP
Ya Allah,
jika 2025 penuh luka, jadikan ia penghapus dosa.
Jika penuh sabar, jadikan ia pemberat timbangan.
Jika penuh doa, jadikan ia pembuka pintu yang lama tertutup.
Dan bila 2026 Engkau beri kesempatan,
kami tidak meminta hidup yang mudah,
cukup hati yang kuat, iman yang lurus,
dan akhir kehidupan yang Engkau ridai.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Wahai Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.”(QS. Āli ‘Imrān: 8)
Aamiin Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Salam,
disadur dari kiriman anggota salah satu WAG.
Komentar