Tentang Rezeki

Tentang Rezeki

Aaalamualaikum wrwb. Semoga rahmat dan ampunan Allah selalu menghiasi hari hari kita aminn ya Rabbal ‘alamin

Allah Swt berfirman dalam Al Qur’an
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
Dan tidak ada suatu binatang melata di muka bumi melainkan rizkinya sudah di jamin oleh Allah Swt ‘’

Jangan kita khawatir dengan rizki , jangankan manusia hewan pun sudah di jamin oleh Allah Swt maksudnya rizki yang sudah di jamin adalah sudah di tentukan termasuk sesuap nasi kalau belum sampai berarti belum rizkinya terkecuali kalau sudah di makan kemudian masuk kedalam perut berarti itu sudah rizkinya.

Ayat ini mengajak orang yang beriman jika kekurangan dalam rizki atau tidak cukup ketika mendapatkan rizki maka tetaplah bersukur karena itu rizki yang Allah sudah tentukan ‘’ bukan kadar banyak rizki menjadikan pandangan ridha bagi Allah akan tetapi adalah begaimana ketika seseorang mendapatkan rizki dia bisa mensyukurinya dan dari lisanya banyak mengucapkan Alhamdulillah dan sesuatu yang salah jika dia mendapatkan rizki dia mengatakan ‘’ aduhh ini tidak cukup ‘’ dan lupa atas syukurnya kepada Allah Swt .

Al Imam Haddad mengatakan ’ ALADZI LI GAIRUK LA YASIL ILAIK’’ Apa apa yang Allah sudah tentukan untuk orang lain tidak akan sampai kepada kamu ‘’, ‘’ WALADZI QUSIM LAK HA SILU LADAIK ‘’ apa apa yang sudah di tentukan untukmu pasti akan sampai kepada mu. 

Jadi semua akan di jamin Riskinya oleh Allah dan juga bilanganya tidak akan di kurangi oleh Allah Swt ‘ sifat yang baik ketika mendapatkan rizki adalah menerima dengan ikhlas dan banyak bersyukur ‘’ 

Rezeki dalam Perspektif Islam

Pengertian Rezeki
Rezeki adalah segala sesuatu yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk dimanfaatkan, baik berupa harta, kesehatan, ilmu, keluarga, kedudukan, waktu, maupun ketenangan hati.

Allah Ta'ala berfirman:

> وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud: 6)

1. Rezeki Telah Ditentukan oleh Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:

> إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ ... فَيُكْتَبُ رِزْقُهُ وَأَجَلُهُ وَعَمَلُهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

"Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya... lalu dituliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, serta apakah ia celaka atau bahagia."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan seluruh perkara telah ditetapkan Allah, termasuk rezeki, namun manusia tetap diperintahkan untuk berusaha dan berikhtiar.

2. Rezeki Harus Dicari dengan Ikhtiar

Allah berfirman:

> فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ

"Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya." (QS. Al-Mulk: 15)

Rasulullah ﷺ bersabda:

> لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; pagi hari keluar dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."
(HR. At-Tirmidzi)

Perhatikan bahwa burung tetap keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tawakal bukan berarti berpangku tangan.

3. Takwa Membuka Pintu Rezeki

Allah Ta'ala berfirman:

> وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan dan mencukupkan kebutuhan orang yang bertakwa dengan cara yang tidak pernah ia perkirakan.

4. Istighfar Menjadi Sebab Datangnya Rezeki

Allah berfirman melalui lisan Nabi Nuh 'alaihis salam:

> فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

"Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu." (QS. Nuh: 10-12)

5. Sedekah Tidak Mengurangi Harta

Rasulullah ﷺ bersabda:

> مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksudnya Allah akan mengganti, memberkahi, atau melipatgandakan pahala dan manfaat dari harta yang disedekahkan.

6. Silaturahmi Melapangkan Rezeki

Rasulullah ﷺ bersabda:

> مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Rezeki Tidak Hanya Berupa Harta

Rasulullah ﷺ bersabda:

> لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

"Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kaya hati."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Karena itu, kesehatan, keluarga yang saleh, ilmu yang bermanfaat, dan ketenangan hati merupakan rezeki yang sangat besar.

Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah

> اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummakfini bihalalika 'an haramika wa aghnini bifadhlika 'amman siwaka.

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi)

Mutiara Hikmah

"Rezeki bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar keberkahan yang Allah letakkan pada apa yang kita miliki. Harta yang sedikit namun berkah lebih baik daripada harta yang banyak namun melalaikan."
walahua’lam (/oh) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN, KITAB SAFINATUN NAJAH

Macam-Macam Fawatihus Suwar dalam Al-Quran

Nasihat ulama terkenal yang relate dengan kekinian