Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

KAJIAN SURAH AL-‘ASHR

Gambar
KAJIAN SURAH AL-‘ASHR disampaikan di Pengajian Malam Rabu,  Masjid Jamie Nuril Iman  Kp. Babakan Empang Muqaddimah Kajian قال الإمام الشافعي رحمه الله:  لَوْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى خَلْقِهِ حُجَّةً إِلَّا هَذِهِ السُّورَةَ لَكَفَتْهُمْ (تفسير ابن كثير) “ Seandainya manusia merenungi Surah Al-‘Ashr saja, niscaya surah itu sudah cukup bagi mereka.” Imam Asy-Syafi‘i menegaskan bahwa Surah Al-‘Ashr mencakup seluruh pokok agama: aqidah, syariah, akhlak, dan manhaj dakwah. Maka surah ini layak dijadikan kerangka hidup seorang Muslim. Surah Alashr وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝ Waktu sebagai Modal Kehidupan (وَالْعَصْرِ) Keterangan Ulama قال الإمام الطبري:  وَالْعَصْرِ: هُوَ الدَّهْرُ، وَأَقْسَمَ اللَّهُ بِهِ لِأَنَّهُ وِعَاءُ أَعْمَالِ الْعِبَادِ (جامع البيان) Waktu adalah wadah seluruh amal manusia. Tanpa waktu, tidak ada iman, tidak ada am...

Nasihat ulama terkenal yang relate dengan kekinian

Gambar
Nasihat ulama terkenal yang relate dengan kekinian 1. Imam Syafi’i رحمه الله مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ Artinya: Barang siapa tidak mau merasakan pahitnya belajar walau sesaat, maka ia akan menanggung hinanya kebodohan sepanjang hidupnya. 2. Imam Al-Ghazali رحمه الله إِذَا لَمْ تَشْغَلْ نَفْسَكَ بِالْحَقِّ شَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ Artinya: Jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dengan kebatilan. 3. Hasan Al-Bashri رحمه الله الدُّنْيَا حُلْمٌ وَالْآخِرَةُ يَقَظَةٌ وَالْمَوْتُ وَسَطٌ بَيْنَهُمَا Artinya: Dunia itu laksana mimpi, akhirat adalah kenyataan, dan kematian berada di antara keduanya. 4. Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه لَيْسَ الْعِلْمُ بِكَثْرَةِ الرِّوَايَةِ وَلَكِنَّ الْعِلْمَ الْخَشْيَةُ Artinya: Ilmu bukanlah banyaknya riwayat, tetapi ilmu adalah rasa takut (kepada Allah). 5. Imam Ahmad bin Hanbal رحمه ...

Muhasabah Diri dan Menyiapkan Bekal Akhirat

Gambar
Muhasabah Diri dan Menyiapkan Bekal Akhirat Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dalam kalender. Bagi seorang Muslim, tahun baru adalah momentum muhasabah, saat yang tepat untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: sudah sejauh mana aku berjalan menuju Allah? Waktu terus berkurang, usia semakin bertambah, sementara bekal menuju akhirat sering kali belum sebanding dengan panjangnya perjalanan hidup. Al-Qur’an mengingatkan agar setiap insan tidak lalai terhadap masa depan akhiratnya: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ “ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18) Ayat ini menegaskan bahwa iman sejati selalu diiringi evaluasi diri. Bukan hanya merasa cukup dengan amal hari ini, t...