KURSI
"" KURSI""
Sore itu, sembari luruskan kaki karena pegal, ku duduk ditepian bangku tunggu pencucian kendaraan, teringat kursi yanng ku duduki. Ini sebenarnya kursi. Tapi terbersit sebuah ide dengan kursi yang lain bukan sekedar kursi, tetapi bukan sembarang kursi.
Yaa Hanyalah kursi. Amanahlah yang akan ikut sampai ke akhirat." Semakin Banyak Kursi, Semakin Besar Amanah
Pernah lihat ada yang kalau rapat dipanggil terus?
"Pak, jadi ketua ya..." "Iya." // "Pak, sekalian jadi sekretaris..." "Iya."// "Pak, bendahara juga kosong..." "Iya." // "Pak, koordinatornya siapa?" "Ya... saya lagi."
Sampai kalau ada kursi kosong, Bukan karena paling hebat, tapi karena sudah terlanjur terkenal dengan kalimat, "Siap, insyaallah."
Lucu memang. Tapi kadang kita lupa, semakin banyak kursi yang kita duduki, semakin besar pula risiko ada kewajiban yang tertinggal.
Amanah Itu Bukan Pajangan
Islam tidak pernah melarang seseorang memegang banyak tanggung jawab. Yang menjadi masalah adalah ketika jabatan lebih banyak daripada kemampuan menjaganya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا...
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya..." (QS. An-Nisa: 58)
Amanah bukan sekadar menerima SK, lalu dipajang di dinding. Amanah adalah pekerjaan yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan hanya di depan pimpinan, tetapi juga di hadapan Allah.
Jangan Sampai Sibuk Mengurus Semua, Tapi Lalai yang Utama
Kadang kita begitu sibuk sana-sini. Grup WhatsApp penuh. Kalender padat. Undangan menumpuk.
Tapi...
Salat berjamaah mulai bolong. Keluarga mulai mengeluh. Anak berkata, "Ayah kapan libur?"
Waduh... jangan-jangan kita sedang sibuk mengurus dunia, tetapi lupa membangun rumah sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Yuk.. sebelum memimpin lain nya, jangan lupa memimpin diri sendiri dan keluarga.
Tidak Semua Kursi Harus Diduduki
Ada kalanya berkata "tidak" justru merupakan bentuk tanggung jawab. Karena menerima amanah yang kita tahu tidak sanggup menjalankannya juga bukan pilihan yang bijak.
Allah SWT berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286)
Kalau memang sudah penuh, tidak apa-apa memberi kesempatan kepada orang lain. Bukankah kaderisasi juga bagian dari dakwah?
Yang Dicari Bukan Banyaknya Jabatan
Di akhir hayat nanti, Allah tidak bertanya: "Berapa banyak kursi yang pernah kamu duduki?"
Tetapi lebih kepada: "Bagaimana amanah itu kamu tunaikan?"
Sedikit amanah yang dikerjakan dengan ikhlas jauh lebih bernilai daripada banyak jabatan yang hanya menjadi daftar nama.
Mari tetap semangat berkhidmat. Teruslah siap membantu umat, tetapi jangan lupa mengukur kemampuan. Sebab keberkahan bukan lahir dari banyaknya kursi, melainkan dari amanah yang dijaga dengan sungguh-sungguh.
Karena pada akhirnya...
"Kursi hanyalah kursi. Amanahlah yang akan ikut sampai ke akhirat."
Wallahu'alam (/oh)
olehholidin.blogspot.com
Komentar