Belajar Diam, Biar Hati Lebih Bijak

Belajar Diam, Biar Hati Lebih Bijak

Di zaman sekarang, semua orang rasanya pengin cepat ngomong. Padahal, mungkin kita justru perlu belajar diam dulu. Bukan diam karena takut, tapi diam karena tahu kapan waktunya bicara.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)»

Diam bukan berarti lemah. Kadang, diam justru tanda kita sudah lebih dewasa. Saat lagi marah, diam bisa bantu kita supaya nggak nyakitin orang. Saat dipuji, diam bikin kita tetap rendah hati. Saat dihina, diam bisa menyelamatkan kita dari penyesalan.
Al-Qur'an juga mengingatkan:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18)

Kadang masalah besar bukan karena banyak musuh, tapi karena kita kebanyakan ngomong. Pepatah Sunda bilang, "Létah teu boga tulang, tapi bisa megatkeun dulur." Lidah memang nggak bertulang, tapi bisa bikin hubungan jadi rusak.

Jadi, yuk belajar diam. Diam yang bikin hati lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan lisan lebih terjaga. Soalnya, nggak semua yang kita tahu harus diucapkan, dan nggak semua yang kita dengar harus disebarkan.

Ingat: Diam yang penuh hikmah sering kali jauh lebih berharga daripada seribu kata yang sia-sia.

Wallahu'alam (/oh) @olehchanel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN, KITAB SAFINATUN NAJAH

Macam-Macam Fawatihus Suwar dalam Al-Quran

Nasihat ulama terkenal yang relate dengan kekinian