Karpet Empuk dan Jalan Berlubang
Sahabat sekalian. Rasulullah SAW. Mengajarkan umatnya untuk bersabar dalam hidup sebab hidup tidak selalu lurus, mulus, dan lancar. Tidak selalu bertemu karpet empuk, namun seringkali yang ditemukan adalah jalan berlubang, berbatu, bahkan berduri.
Beliau bersabda dalam hadisnya
عن أبي سعيد و أبي هريرة أنهما سمعا رسول الله ص. يقول: " ما يصيب المؤمن من وصب ولا نصب ولا سقم و لاحزن حتى الهم يهمه إلا كفر به من سيئاته". (رواه البخاري و مسلم: ٢٥٧٣).
Dari Abi Sa'id RA. dan Abi Hurairah RA. Keduanya mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: "Tidak ada musibah apapun yang menimpa orang beriman, baik berupa sakit yg menahun, keletihan, kesakitan, kesedihan, dan kesusahan yang melandanya, kecuali menjadi penghapus dari kesalahan/dosanya." (HR. Bukhori dan Muslim: 2573).
Kandungan Hadis:
Rasulullah SAW. Mengajarkan umatnya untuk bersabar dalam hidup sebab hidup tidak selalu lurus, mulus, dan lancar. Tidak selalu bertemu karpet empuk, namun seringkali yang ditemukan adalah jalan berlubang, berbatu, bahkan berduri.
Karenanya, jika umat Nabi SAW. Memiliki kesabaran yang baik ia akan bisa memiliki daya juang yang tinggi dan itu merupakan modal kesuksesan dunia dan akhirat. Tentu ini berlaku jika dilandasi dengan kesabaran atas dasar iman kepada Allah dan yakin akan rahmat dan pertolongan-Nya.
Dalam hidup, tidak selalu dalam keadaan sehat, kuat, sukses, dan lancar. Sebab jika demikian, dari mana seorang hamba belajar bersabar.
Sebaliknya, juga tidak selamanya sakit itu terus-menerus, gagal itu datang bertubi-tubi, dan sulit itu tiada ujungnya. Pasti pada saatnya, hari akan berubah. Sakit berubah menjadi sembuh, gagal menjadi berhasil, jatuh menjadi bangkit, dan seterusnya. Dari kondisi ini, Allah hendak mengajarkan sikap syukur dalam hidup.
Inna ma'al-'usri yusroo (sungguh beserta kesulitan itu ada banyak kemudahan).
Jadi pergantian keadaan itu hal yang biasa dan seorang hamba ditantang untuk menyikapi dengan sikap terbaik, bersabar atas musibah dan bersyukur atas anugerah.
"Dan hamba-hamba Allah yang bersabar dan bersyukur serta yang terus berpengharapan baik kepada Allah dengan selalu menjalankan ketaatan, dialah yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan dunia dan akhirat."
Karenanya, musibah tidak boleh menjadikan kita larut dalam kesedihan yang berkepanjangan dan membuat kita patah arang, jatuh, dan tidak siap atau membuat kita ragu melanjutkan perjuangan dalam meraih hidup mulia di dunia dan akhirat.
Terlepas dari itu, setiap musibah jika disikapi dengan sabar dan ridho akan menjadi penghapus dari dosa-dosa dan kesalahan kita. Betapa dalam, makna di balik sebuah ujian.
Mari terus berdoa dan terus optimis.
Alaa Inna nashrollahi qoriib. (Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu dekat sekali). Aamiin.
Wallahu'alam *@olehchanel*
Komentar